Eksistensi.id, Samarinda – Persoalan banjir yang berulang di SMP Negeri 24 Samarinda dinilai tidak cukup diselesaikan hanya melalui renovasi bangunan.
DPRD Samarinda menilai diperlukan penanganan yang lebih menyeluruh karena sumber persoalan utama berada pada kondisi lahan sekolah yang secara topografi rentan tergenang.
Sekolah yang berada di kawasan Jalan Pangeran Suryanata tersebut selama ini menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang terdampak ketika intensitas hujan meningkat. Genangan air tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga memengaruhi keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mengatakan opsi perbaikan harus dilihat secara komprehensif dan tidak berhenti pada rehabilitasi ruang kelas atau fasilitas sekolah.
Menurutnya, kondisi elevasi lahan yang lebih rendah dibanding kawasan sekitar membuat risiko banjir tetap ada apabila penanganan hanya dilakukan pada bangunan.
“Kalau berbicara kelayakan, sebenarnya opsi yang paling ideal adalah relokasi. Namun persoalannya sampai saat ini belum ada lokasi pengganti yang tersedia,” ujar Novan, Kamis (18/6/2026).
Ia menjelaskan, apabila tetap mempertahankan lokasi yang ada, maka pemerintah harus menyiapkan pekerjaan yang jauh lebih besar, mulai dari peninggian lahan, penguatan sistem drainase, hingga penataan kawasan secara menyeluruh agar genangan tidak terus berulang setiap musim hujan.
Namun di sisi lain, kebutuhan anggaran yang besar menjadi tantangan tersendiri.
Novan menyebut pemerintah daerah saat ini masih melakukan penyesuaian terhadap kemampuan fiskal, termasuk menyelesaikan sejumlah kewajiban keuangan yang menjadi prioritas sehingga beberapa proyek berskala besar belum dapat dijalankan dalam waktu dekat.
“Kalau kondisi keuangan daerah sudah lebih longgar, tentu pembangunan yang dianggap prioritas bisa mulai dijalankan kembali,” katanya.
Karena itu, DPRD belum dapat memastikan apakah penanganan SMPN 24 akan masuk dalam daftar prioritas pembangunan tahun anggaran 2027.
Menurut Novan, keputusan tersebut masih bergantung pada pembahasan lanjutan antara pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan, terutama terkait skema pembiayaan dan bentuk penanganan yang akan dipilih.
Ia menegaskan, persoalan SMPN 24 perlu diselesaikan dengan pendekatan jangka panjang agar anggaran yang dikeluarkan benar-benar mampu menyelesaikan akar persoalan.
“Ini bukan hanya soal membangun gedung sekolah. Kawasan lahannya juga harus ditata dan dimaksimalkan agar persoalan banjir bisa diselesaikan,” tutupnya.
DPRD berharap keputusan yang diambil nantinya tidak hanya menjawab kebutuhan infrastruktur pendidikan, tetapi juga menjamin lingkungan belajar yang aman dan berkelanjutan bagi siswa.(Adv/Fara)










Users Today : 136
Users Yesterday : 324
Views Today : 406
Total views : 557972
Who's Online : 2
