Eksistensi.Id, KUTIM – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) naik dari 75,90 pada 2024 menjadi 76,48 pada 2025. Peningkatan tersebut menjadi gambaran perkembangan pembangunan manusia di daerah, sekaligus menegaskan pentingnya memastikan akses pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan dapat dijangkau masyarakat secara lebih merata.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah. Pertumbuhan ekonomi perlu diimbangi dengan upaya memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh layanan dasar dan meningkatkan kapasitas diri.
“Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah,” katanya, Rabu (14/10/2026).
IPM mengukur capaian pembangunan manusia melalui tiga dimensi utama, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup. Karena itu, kenaikan indeks perlu dibarengi perhatian terhadap kondisi layanan di berbagai wilayah, terutama daerah yang menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas dan tenaga pelayanan.
Ardiansyah menilai pembangunan tidak cukup diukur dari perkembangan ekonomi semata. Ketersediaan sekolah, fasilitas kesehatan, tenaga pelayanan, serta infrastruktur pendukung turut menentukan kesempatan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup.
“Pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga perlu memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap layanan dasar dan kesempatan meningkatkan kemampuan,” tuturnya.
Di sisi lain, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga berkaitan dengan kesiapan masyarakat menghadapi kebutuhan dunia kerja. Penguatan keterampilan menjadi penting agar penduduk lokal dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia usaha dan industri serta memanfaatkan peluang kerja yang tersedia.
“Kualitas pendidikan dan kesehatan perlu berjalan beriringan dengan pembukaan kesempatan kerja,” ujarnya.
Ke depan, tantangan pembangunan Kutim tidak hanya mempertahankan tren kenaikan IPM, tetapi juga memastikan kemajuan tersebut menjangkau kelompok masyarakat dan wilayah dengan kebutuhan berbeda. Evaluasi terhadap layanan dasar dan peningkatan kapasitas penduduk diperlukan agar pelaksanaan program pembangunan lebih tepat sasaran.
“Capaian pembangunan manusia perlu didukung perbaikan layanan dasar dan penguatan kapasitas penduduk secara berkelanjutan,” tandasnya.(adv/kutim/Nurfa)








Users Today : 671
Users Yesterday : 1327
Views Today : 847
Total views : 665841
Who's Online : 5
