Eksistensi.id, Samarinda – Komisi II DPRD Samarinda mendorong pemerintah kota dan pedagang Pasar Pagi membangun komunikasi secara berkala untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik baru. Pertemuan rutin dinilai penting sebagai ruang evaluasi sekaligus penyampaian langsung berbagai kendala yang dihadapi pedagang.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan komunikasi yang terbangun dalam pertemuan bersama pedagang kali ini menjadi langkah positif.
Menurutnya, suasana pembahasan sudah lebih terbuka sehingga persoalan dapat dibicarakan secara langsung oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
“Yang terpenting dari pertemuan tadi adalah suasananya sudah mencair. Selama ini persoalannya banyak berkaitan dengan komunikasi. Karena itu, saya sudah beberapa kali menekankan pentingnya komunikasi,” ujarnya, Selasa (1/9/26), usai melakukan pertemuan dengan pegadang Pasar Pagi.
Untuk menjaga komunikasi tersebut, Iswandi mengusulkan agar Dinas Perdagangan bersama perwakilan pedagang menggelar pertemuan secara berkala. Ia menyarankan evaluasi dapat dilakukan sekitar dua minggu sekali untuk mengetahui perkembangan kondisi Pasar Pagi.
Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul tidak bisa diharapkan selesai hanya melalui satu forum. Dibutuhkan pembahasan secara bertahap agar setiap persoalan dapat dikaji dan disepakati penyelesaiannya oleh pemerintah bersama pedagang.
“Saya yakin pertemuan tidak cukup hanya satu atau dua kali. Bisa empat atau lima kali, sampai persoalan-persoalan yang ada di Pasar Pagi benar-benar bisa diselesaikan,” katanya.
Iswandi juga meminta agar pembahasan tidak terus berfokus pada persoalan yang telah terjadi. Pemerintah dan pedagang perlu mengarahkan komunikasi pada langkah perbaikan agar aktivitas perdagangan di Pasar Pagi dapat kembali berkembang.
“Intinya, kita tidak perlu lagi terlalu banyak membicarakan persoalan ke belakang. Kita ingin berbicara ke depan, bagaimana Pasar Pagi bisa kembali ramai, ekonomi bergerak, pedagang senyum, dan pembeli juga ramai,” tuturnya.
Ia menilai komunikasi yang dilakukan secara konsisten akan membantu pemerintah memahami kebutuhan pedagang sekaligus memberikan ruang bagi pedagang menyampaikan kendala yang mereka hadapi.
Dengan pola pertemuan yang rutin, DPRD berharap hubungan antara pemerintah dan pedagang semakin terbuka.
“Kondisi tersebut dapat menjadi dasar untuk menyelesaikan persoalan Pasar Pagi secara bertahap sekaligus menjaga agar masalah baru tidak kembali muncul,” tandasnya.(adv)









Users Today : 108
Users Yesterday : 273
Views Today : 170
Total views : 613702
Who's Online : 7
