Eksistensi.id, Samarinda — Pemerataan layanan pendidikan di Kota Samarinda masih menjadi perhatian DPRD. Kondisi sejumlah sekolah di kawasan pinggiran yang dinilai belum mendapatkan dukungan fasilitas secara optimal menjadi salah satu hal yang diminta untuk segera ditindaklanjuti Pemerintah Kota Samarinda.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, mengatakan pembangunan pendidikan harus menyentuh seluruh wilayah kota, bukan hanya sekolah yang berada di kawasan pusat.
Menurutnya, masih ada sekolah yang membutuhkan perhatian, khususnya dari sisi kondisi bangunan dan fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar.
Ismail menyebut, beberapa sekolah masih menggunakan ruang belajar dengan konstruksi lama yang dinilai belum sepenuhnya menunjang kenyamanan maupun keamanan siswa. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar upaya meningkatkan kualitas pendidikan dapat dirasakan secara merata.
“Setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak, termasuk mereka yang tinggal dan bersekolah di wilayah pinggiran,” kata Ismail, Selasa (4/8/2026).
Ia menilai pembangunan dan rehabilitasi sekolah harus dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing wilayah. Pemerintah Kota Samarinda diharapkan tidak hanya memusatkan pembangunan fasilitas pendidikan di kawasan perkotaan, tetapi juga memastikan sekolah di wilayah pinggiran memperoleh perhatian yang sama.
Menurut Ismail, peningkatan fasilitas pendidikan juga tidak sebatas membangun gedung baru. Ruang kelas yang layak, laboratorium, perpustakaan, sanitasi, serta lingkungan sekolah yang aman dan nyaman merupakan bagian yang tidak kalah penting dalam mendukung proses pembelajaran.
Selain infrastruktur, pemerataan tenaga pendidik juga menjadi perhatian DPRD. Ismail mengatakan sekolah yang berada di kawasan pinggiran harus mendapatkan guru dengan kompetensi yang memadai, sekaligus memiliki kesempatan yang sama dalam mengikuti berbagai program peningkatan kapasitas dan pengembangan kemampuan.
“Pemerataan guru yang berkualitas menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh siswa mendapatkan kesempatan belajar yang sama,” ujarnya.
Di tengah perkembangan teknologi, Ismail juga meminta pemerintah memperhatikan kesenjangan akses digital antar sekolah.
Menurutnya, internet, perangkat komputer, dan berbagai media pembelajaran berbasis digital kini menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan pendidikan.
Ia mengingatkan agar perkembangan teknologi tidak hanya dapat dinikmati siswa yang bersekolah di pusat kota. Pelajar di wilayah pinggiran juga harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengakses teknologi dan sumber pembelajaran digital.
Pemanfaatan buku digital maupun platform pembelajaran daring, kata Ismail, dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas akses terhadap materi pembelajaran. Hal tersebut juga dapat membantu sekolah yang masih memiliki keterbatasan sumber belajar.
Ia juga melihat kebijakan penerimaan peserta didik berbasis zonasi dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendorong pemerataan. Namun, kebijakan tersebut akan lebih efektif apabila dibarengi dengan kualitas fasilitas dan pelayanan pendidikan yang relatif setara di seluruh sekolah.
“Pemerataan pendidikan tidak cukup hanya dari satu aspek. Infrastruktur, kualitas guru, dan dukungan teknologi harus berjalan beriringan agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Komisi IV DPRD Samarinda mendorong Pemerintah Kota Samarinda menjadikan pemerataan pendidikan sebagai bagian dari prioritas pembangunan jangka panjang.
“Perbaikan fasilitas sekolah, pemerataan tenaga pendidik, serta pemenuhan akses teknologi dinilai perlu dilakukan secara beriringan agar seluruh pelajar, termasuk yang berada di kawasan pinggiran, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih prestasi,” pungkasnya.(adv)









Users Today : 105
Users Yesterday : 481
Views Today : 179
Total views : 595659
Who's Online : 1
